Jumat, 04 Februari 2011

PANCASILA SEBAGAI PANDANGAN HIDUP

Bangsa indonesia mewarisi nilai budaya yang  melandasi tata kehidupannya. Sari dan puncak sosio-budaya ini ialah nilai yang melandasi tata kehidupan. Nilai ini disebut sebagai pandangan atau filsafat hidup. Sari dan puncak nilai dalam sosio-budaya kita terutama :
1. Keyakinan adanya tuhan YME sebagai maha pencipta semesta, pengayom alam semesta. Kepadanya manusia menaruh kepercayaan dan harapan bagi hidup di dunia dan sesudah mati. Inilah asas ke Tuhanan dan ke agamaan.
2. Asas kekeluargaan, cinta kebersamaan sebagai suatu keluarga. Cin keluarga ini menjadi asa terbentuknya masyarakat.
3. Asas musyawarah mufakat, kebersamaan adalah kumpulan banyak pribadi, warga, dan keluarga. keinginan dan kemampuan warga masyarakat berbeda-beda. agar tetap rukun dan bersatu, keputusan ditetapkan atas dasar musyawarah mufakat.
4. Asas gotong royong, kebersamaan memikul beban tanggung jawab demi kepentingan bersama. Keputusan yang ditetapkan atas asas musyawarah mufakat untuk kebersamaan adalah tanggung jawab bersama.
5. Asas tenggang rasa, saling menghayati keadaan dan perasaan antar warga, antar pribadi dan asas saling menghargai dan menghormati dalam keragaman dan perbedaan. Saling menghargai hak, pendapat, keyakinan, dan agama masing-masing demi terpeliharanya kesatuan dan keharmonisan hidup bersama.

Nilai-nilai dasar ini menjiwai dan melandasi tata kehidupan rakyat jauh sebelum merdeka. Kesatuan, kerukunan,keharmonisan dan kesejahteraan sebagai wujud pengalaman, nilai-nilai dasar ini meyakinkan rakyat agar selalu tetap percaya bahwa nilai dasar ini mengandung kebenaran dan kebaikan. Karena itulah nilai dasar ini dipandang sebagai keyakinan dan pandangan hidup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar